Sabtu, 26 Oktober 2013

ASARASA



Ku tulis asaku dengan setetes tinta biru 
.....sebagai pengharapanku
Ku deskripsikan rasaku dengan setangkai pena
.....sebagai penghapus lara
Sinar mata ini membahasakan impian-impian
Amarahku tersirat dalam tulisan
Syair dan puisi jadi karib dalam impian......

Mimpi Yang Tertunda

Mimpi Yang Tertunda

Hari itu aq pernah bermimpi....
Ketika kamu datang dengan segenggam canda tawa dan kamu sengaja menaruhnya di hati ini.
Tapi.....
Aku salah, terlalu cepat untuk merangkai sebuah mimpi dengan mu.
Malam itu, ribuan hari telah berlalu....
Rasa yang lama q pendam itu, tak berkurang meski usang dihantam pukulan yang dinamai waktu.
Kamu!
Orang yang membuatku terjatuh dan meninggalkanku untuk belajar memahami apa itu waktu.
Kamu! 
Orang yang mengajarkanku dikala tersesat di sebuah labirin penantian, untuk memahami hujan adalah memar senja tanpa kepastian.
Kamu! 
Orang yang q kenal dulu, kini telah berevolusi dengan pendewasaan yang masih terus ditemani sebuah arogansi.
Sebut saja aku kalah. Bukan karena kita yang selalu mengalah pada rindu. Apa daya, waktu telah lebam membiru. Aq manusia yang takut kepada waktu. 
Waktu yang kupunguti di kursi kayu, yang mengejekku, karena aq masih menunggu.